Saturday, July 24, 2010

Kisah Juraij Antara Tuhan Dan Ibu

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang yang bernama Juraij sedang salat di sebuah tempat peribadatan,
lalu datanglah ibunya memanggil. (Kata Humaid: Abu Rafi` pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah ra. menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan dari Rasulullah SAW. yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.)

Lalu ibunya berkata: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah keraguan: "Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku".

Kemudian Juraij memilih meneruskan salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: "Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku!".

Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: "Ya Tuhan! Ibuku atau salatku". Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya.

Karena kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: "Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan kepadanya perempuan-perempuan pelacur".

Dia berkata: Seandainya wanita itu memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah.

Suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij. Tiba-tiba muncullah seorang perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya oleh orang-orang: "Anak dari siapakah ini?". Perempuan itu menjawab: "Anak penghuni tempat peribadatan ini".

Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij. Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak menjawab panggilan mereka.

Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada Juraij: "Tanyakan kepada perempuan ini!".

Juraij tersenyum kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya: "Siapakah bapakmu?". Anak itu tiba-tiba menjawab: "Bapakku adalah si penggembala kambing".

Mendengar jawaban anak bayi tersebut, mereka segera berkata: "Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak". Juraij berkata: "Tidak usah. Buatlah seperti semula dari tanah". Kemudian Juraij meninggalkannya.

(Shahih Muslim No.4625)

Kesimpulan :

1. Seorang ibu, terlepas tindakannya benar atau salah, Allah kabulkan do'anya.
2. Seorang yang ta'at beribadah, contoh kasus Juraij, Allah kabulkan do'anya.
3. Sang ibu dalam kisah tersebut hanya menilai apa yang tampak oleh matanya tanpa tahu apa yang ada dalam batin anaknya.
4. Sang anak yaitu Juraij dihadapkan pada kondisi dilema dimana ketika belum ada hukum memilih mana yang lebih utama, Tuhan-nya ataukah ibunya. Ketika kesimpulannya salah, Allah tetap menolongnya dengan mengungkap kebenaran yang tidak dapat ditangkap oleh naluri manusia.


11 comments:

  1. Cerita yang penuh dengan makna. Pembelajaran tentang pentingnya ibadah kepada Allah SWT dan penghormatan kepada seorang ibu. Semoga kita menjadi bagian orang yang senantiasa mendapat petunjuk kebenaran dari Allah SWT ....

    ReplyDelete
  2. hmmm, cermat dLm menghadapi sesuatu dgn pnh kesabaran maka akan menghasiLkan keindahan.

    ReplyDelete
  3. subhanallah,,bagus banget ceritanya ummi,,,@_@

    ReplyDelete
  4. kunjungan malam sambil bernyanyi disini..gunjreng...gunjreng...kaburrrr.

    ReplyDelete
  5. kunjung kembaLi untuk memaknai kisah yang disampaikan Ummi, terima kasih.

    ReplyDelete
  6. ngobroL:
    dunia musLimahnya twitter yah Ummi, si_om beLum punya akunya. beLum sempat kepegang nih.

    beberapa pekan ini Lagi banyak aktifitas, jadi beLum sempat menemani azzmie untuk ngebLog. soaLnya kaLau enggak di dampingi katanya masih bingung untuk mengoperasikannya, suka saLah-saLah kLik. paLing beraninya hanya Lihat-Lihat aja tanpa masuk ke akunnya.

    insya Allah, saLamnya Ummi akan disampaikan kepada beLiau. terima kasih atas perhatiannya. semoga Ummi dan keLuarga seLaLu daLam keadaan sehat.

    ReplyDelete
  7. kisah ini memang penuh makna pembelajaran bagaiman menghormati Sang Ibu yang telah bersusah payah mengandung 9 bulan dan mengasuhnya dengan keihklasan yang tak terbantahkan

    ReplyDelete
  8. KISAH CERITA YG BAGUS.. . SUNGGUH PENTING MENGHORMATI ORANG TUA DAN ORANG YG LEBIH TUA... APALAGI KEPADA ORANG YG TELAH MELAHIRKAN KITA YAITU IBU...

    ReplyDelete
  9. jadi tambah sayang nih saya ibu si_om yang hanya satu-satunya dan tidak tergantikan.

    saLam untuk yang suka pakai kaos boLong eh obLong, hehehe...

    ReplyDelete