Tuesday, February 14, 2012

Kosa Kata Sansekerta Di Indonesia

Bahasa Indonesia banyak mengadopsi kata dari bahasa sansekerta. Contoh umum adalah huruf atau angka 1. eka, 2. dwi, dwaya, 3. tri, traya, 4. catur, 5. panca, 6. sad, 7. sapta, 8. ashta, 9. nawa, 10. dsa. Kosa kata sansekerta ini umum digunakan oleh orang Indonesia sehingga sudah benar-benar menyatu dan kita tidak menyangka bahwa kata-kata yang digunakan adalah berasal dari bahasa sansekerta.

Dibawah ini adalah kosa kata sansekerta yang banyak digunakan diambil dari Wikipedia namun disaring hanya yang sering digunakan saja.

Adi (ādi): utama, pertama
Adipati (ādipati): raja agung
Adiraja (ādirāja): raja utama
Aditya (Āditya): (Dewa) Matahari
Agama (āgama): din; tradisi suci
Aji: mantra
Aja: hanya
Aksara (akṣara): huruf
Aksi (akṣi): mata, sesuatu yang dilihat
Alpa : teledor, kekurangan
Amerta (amṛta): ambrosia, nektar, air kehidupan
Ancala (acala): gunung
Aneka : macam-macam
Angka : bilangan
Angkara : murka
Angkasa (ākāśa): langit
Angsa (haṃśa): sowang
Angsoka (aśoka): sejenis pohon
Aniaya (anyāya): siksa
Anitya: ketidakkekalan
Antara (antara): lain
Antariksa (antarikṣa): luar angkasa
Anugerah (anugraha): pemberian
Arca (arcā): patung
ardi (ardi): gunung
Arya : bangsawan, orang India Utara
Asa : jiwa
Asmara (smara): cinta
Asrama (āśrama): tempat padepokan
Asta (aṣṭa): delapan
Astana (āsthāna): tempat pemakaman raja dan kerabatnya. Lihat pula istana.
Atharwaweda (atharvaveda): salah satu dari empat kitab Weda
Atma (ātmā atau ātma): jiwa
Atmaja (ātmaja atau ātmajā): anak
Awatara (avatāra): penjelmaan, penampakan Dewa di dunia.

Baca (vaca): mengartikan tulisan
Bada (vāda): bicara
Bagai (bhāga): mirip
Bahagia (bhāgya) : sukacita
Bahasa (bhāṣa): logat
Bahaya (bhaya): sesuatu yang mengancam
Bahna (bhāna): karena
Bahtera (vahitra): kapal
Bahu (bāhu): lengan
Bahureksa (bāhurakṣa): hiasan tangan
Baiduri (vaidūrya): opal
Bakti (bhakti): hormat, loyal
Bala (bala): tentara
Banaspati (vanaspati): pohon besar
Bangsa (vaṃśa): rakyat
Bangsi (vaṃśi): peluit
Bareksa (vṛkṣa): pohon
Basmi (dari frasa bhasmī bhūta): musnah
Batara (bhaṭāra): Dewa
Batari (bhaṭārī): Dewi
Bausastra (bahuśāstra): kamus
Baya (vayas): usia
Bayangkara (bhayaṃkara): penjaga
Bayu (vāyu): angin
Bea (vyaya): ongkos
Beda (bheda): diferensi
Begawan (bhagavān): orang suci
Bejana (bhājana): tempat menampung
Belantara (vanāntara): hutan
Bencana (vāñcana): malapetaka
Benda (bhāṇḍa): obyek
Bendahara (bhāṇḍāgāra): penjaga uang
Berhala (bhaṭāra): bentuk Tuhan
Biara (vihāra): tempat kaum rohaniawan
Bicara (vicāra): omong
Bidadari (vidyādharī): makhluk sorgawi
Biji (bijā): isi buah
Biksu (bhikṣu): seorang rohaniawan Buddha
Binasa (vināśa): hancur
Birahi (virahin): ingin bercinta
Bisa (1) (viṣa): racun
Bisa (2) (viṣa): boleh
Brata (brata): tapa
Buana (bhuvana): dunia
Budaya (buddhaya): berhubungan dengan akal, adab
Buddha (buddha): seseorang yang telah sadar
Budi (buddhi): akal
Bujangga (bhujaṅga): ilmuwan.
Bumantara (byomāntara): langit
Bumi (bhūmi): planet ketiga dalam tatasurya, tanah
Bumiputera (bhūmiputra): pribumi
Bupala (bhūpāla): raja
Bupati (bhūpati): raja
Busana (bhūṣaṇa): pakaian bagus
Buta (bhūta): raksasa
Butala (bhūtala): bumi
Butayadnya (bhūtayajña): persembahan atau kurban kepada buta

Cabai (cavi): lombok
Cahaya (chāya): sinar
Cakra (cakra): roda
Cakram (cakram): diskus
Cakrawala (cakravāla): ufuk, horison
Candala (caṇḍāla): orang buangan; dari kasta terendah; paria
Candi (caṇḍi): gedung peninggalan Hindu-Buddha kuna
Candra (candra): bulan (satelit bumi)
Cara (ācāra): kelakuan
Caraka (caraka): duta
Catur (1) : sebuah permainan papan
Catur (2): empat
Cedera (chidra): luka
Cela (chala): cacat
Celaka (chalaka): musibah
Cempaka (campaka): nama sebuah bunga (Michelia Champaka)
Cendana (candana): nama sebuah tumbuhan
Cendrawasih (candra + vāsi): nama burung di Papua
Cengkerama (caṅkrama): bersantai
Cerita (carita): kisah
Ceritera (caritra): kisah
Cinta (cintā): kasih
Cita (citta): pikiran
Cipta : inovasi
Citra (citra): gambar
Cuci (śuci): membersihkan
Cuka (cukra): bahan pengasam
Cula (cūlā atau cūḍā): tanduk
Curiga (churikā): mendakwa
Contdro (condro): bulan

Dadih : air susu sapi, kerbau, dsb. yang pekat yang kental
Dahaga : haus, perlawanan terhadap pemerintah
Daksina : selatan
Dana : uang
Dasa (daśa): sepuluh
Dasawarsa (daśawarṣa): dekade, sepuluh tahun
Delima : tumbuhan Punica Granatum
Denda (daṇḍa): hukuman
Dendam (daṇḍa mungkin dari bahasa Tamil): rasa ingin membalas sesuatu yang dialami
Derita (dhṛta): kesengsaraan
Desa (deśa): daerah non-urban; daerah administratif terkecil
Dewa : Tuhan
Dewata : sifat kedewaan
Dewi : dewa perempuan
Dewayadnya (dewayajña): persembahan atau kurban kepada para Dewata dalam agama Hindu
Dewadaru : kenikir
Dewangga : kain yang bergambar indah
Dewasa : akil balig
Dharma (dharma): kewajiban dan sebagainya
Darma : kewajiban
Derma : sumbangan
Dirgantara (digantara): langit
Dirgahayu (dīrghāyuṣa): panjang umur
Dosa (doṣa): kesalahan
Duli : kehormatan terhadap raja
Dupa : kemenyan yang apabila dibakar berbau harum
Dusta : tidak benar
Duta (dūta): wakil, caraka
Dwi : dua

Eka : satu
Ekabahasa (eka + bhāṣā): monolingual
Embara (digambara): berkelana
Erti (artha): arti, makna

Gajah (gaja): suatu hewan besar
Gandewa (gaṇḍīva): busur, terutama busur sang Arjuna
Gangga (gaṅgā): sungai di India dan personifikasinya sebagai Dewi Gangga
Garuda (garuḍa): burung mitologis, wahana Dewa Wisnu
Giri (giri): gunung
Gita tembang
Graha (gṛha): rumah, gedung
Griya: di Bali rumah keluarga brahmana
Gula : pemanis
Gulana (glāna): rasa gundah
Guna (guṇa): manfaat
Gunawan (guṇa + sufiks vant)
Gurindam pantun yang terdiri dari dua baris,baris pertama sampiran dan baris kedua isi
Guru (guru): pengajar

Harsa (harṣa): sukacita
Harta (artha): uang, kekayaan material
Hasta : tangan
Hatta (ātha): syahdan, maka (kata penghubung)
Hima : kabut (harafiah salju)
Himalaya (himâlaya): nama pegunungan di India, secara harafiah artinya "tempat salju"
Hina : rendah

Irama (virama): ritma
Istana (āsthāna): tempat tinggal raja. Lihat astana
Istimewa (āstām eva): khusus
Istri (strī): mitra pernikahan wanita

Jaga (jagarti tapi dalam bahasa Prakerta jaga): bangun
Jagat (jagat): dunia
Jagat raya (dari jagattraya: "tiga dunia"): alam semesta
Jaksa (adhyakṣa): sang penuntut dalam mahkamah pengadilan
Jala (jala): jaring untuk menangkap ikan
Jambu (jambu): semacam pohon dan buahnya
Japa (japa): mantra
Jampi (japa)
Jana: manusia
Janda (raṇḍa): seorang wanita yang tidak memiliki suami
Jantera (yantra): alat yang berputar, roda
Jasa (yaśa): perbuatan terpuji
Jati (jāti): sejenis pohon
Jatmika (adhyātmika): hormat
Jaya : menang
Jelata (janatā): rakyat
Jelita (lalita): cantik
Jelma (janma): orang
Jempana (jampana): pelangkin
Jenggala (jaṅgala): gurun
Jenitri (gaṇitrikā): sejenis pohon dan buahnya (elaecorpus ganitrus)
Jjiwa (jīva): roh
Juita (jīvita): manis
Jumantara (vyomāntara): langit
Juta (ayuta): 1.000.000
Jutawan : sangat kaya

Kabupaten (dari kata bhūpati): wilayah pemerintahan seorang bupati
Kakawin (dari kata kāvya): sebuah sajak dalam metrum India
Kala (kāla): waktu
Kalpataru (kalpataru): pohon kehidupan, pohon kelimpahan
Kama (kāma): cinta
Kamajaya (Kāmajaya): nama lain Dewa Smara atau Dewa Cinta
Kapas (karpāsa): sejenis bahan
Karena (kāraṇa): sebab
Karma (karma): hasil
Karna (karṇa): telinga
Karunia (kāruṇya): anugerah
Karya (karya): buatan
Kata (katha): satuan kalimat
Kawi (kāvya): penyair
Kecapi (kacchapī): alat musik petik
Keling (Kaliṅga): India bagian selatan
Keluarga (kulavarga): famili
Kendi (kuṇḍi atau kuṇḍikā): bejana air
Kenya (kanyā): gadis
Kepala (kapāla): bagian tubuh yang teratas
Kerja (karya): sesuatu yang diperbuat
Kesatria (kṣatriya): lihat ksatria
Kesturi (kastūrikā): jebat, musang
Kirana (kiraṇa): sinar
Kokila : sejenis burung
Kota (kuṭa): benteng, wilayah urban
Koti (koṭi): 100.000
Krama : cara, aturan
Kresnapaksa (kṛṣṇapakṣa): paruh gelap bulan
Krida (krīḍā): tindakan terpuji
Ksatria (kṣatriya): kasta kedua, bangsawan, seorang laskar
Kuasa (dari kata waśa):
Kulasentana (kulasantāna): suku
Kulawangsa (kulavaṃśa): klan
Kunarpa : mayat, bangkai
Kunci (kuñcikā): menutup
Kusuma (kuṣuma): bunga

Laba (labha): untung
Lagu (laghu): nyanyian
Laksa (lakṣa): 10.000
Laksana (lakṣaṇa)
Lingga (liŋga)

Madia (madya): tengah
Madu (madhu): cairan manis produk lebah
Maha (mahā): besar
Maharaja (mahārāja): kaisar
Maya :Semu
Mayapada : bumi
Mega (megha): awan
Merdeka :kebebasan
Mina : ikan
Mitra : teman, rekan
Moksa (mokṣa): kelepasan dari sengsara
Muda (mūḍha): tidak tua

Nama (nāma): sebutan atau panggilan
Nawa : sembilan)
Netra (netra): mata
Nirwana (nirvana): stadium kelepasan jiwa

Paksi (pakṣi): burung
Panca (pañca): lima
Pancasila (1) (pañcaśīla): lima kaidah falsafah Buddhis
Pancasila (2) (pañcaśīla): ideologi negara Indonesia
Pancatantra (pañcatantra): sebuah karya sastra dari India Kuna
Pasca (paścat): setelah
Pawaka: api
Payudara (payodhara): buah dada wanita
Pramuria:wanita nakal
Pramuwisata:pemandu wisata
Pranala (praṇāla): pautan atau tautan di internet
Pribumi:penduduk asli
Pujangga :penyair
Purwarupa: prototipe

Rgweda: kitab suci umat Hindu
Rupiah (rūpya): mata uang Indonesia

Sabda (sabda): kata, firman
Sad (ṣaḍ): enam
Sahaja (sahaja): sederhana
Sahaya (sahāya): hamba
Sakti (śakti): kekuatan supranatural
Samsara (saṃsāra): lahir kembali di dunia
Samudra (samudra): laut besar
Sanggama (saṃgama): hubungan seksual
Sanskerta (saṃskṛta): bahasa yang sempurna
Santri (śāstri): seorang pelajar agama Islam, biasa tinggal di sebuah asrama
Sapta (tujuh)
Sarjana (sajjana): seorang akademikus
Sayembara (svayambara): kontes
Sederhana (sārdhāna): simpel
Seloka (śloka): larik puisi
Sendi (sandhi): penghubung
Sengsara (saṃsāra): keadaan derita. Lihat pula samsara
Senjata (sajjita): alat perang
Seteru (śatru): musuh
Setia (satya): loyal
Sila (śīla): asas
Singa (siṃha): semacam kucing raksasa
Singgasana (siṃhâsana): takhta
Siswa (siṣya): murid
Su- (su): baik
Suara (svara): bunyi
Suci (śuci): keramat
Sudah (suddha): telah

Tega (tyaga): tidak perduli
Tirta (tirta): air
Tri (tri): tiga
Trisula (trisula): Tiga ujung. Senjata (semacam tombak) dengan tiga mata yang tajam.
Tuna : Kehilangan (tadinya memiliki menjadi tidak) / tidak memiliki.
Tuna netra - buta
Tuna rungu - tuli
Tuna wicara - bisu
Tuna daksa - tidak memiliki tangan dan/atau kaki
Tuna laras - kelainan perilaku
Tuna grahita - kelainan mental
Tuna wisma - tidak memiliki rumah
Tuna karya - pengangguran Tidak memiliki pekerjaan.
Tuna aksara - buta huruf
Tuna susila - tindakan amoral

Udara (udara): zat di atmosfer bumi
Unta (uṣṭra): sejenis hewan yang hidup di gurun pasir
Upama: contoh
Upaya (upāya): daya, siasat
Upeti (utpatti): sesuatu yang harus diberikan kepada pembesar, semacam pajak
Usia (yuṣa): umur
Utama (uttama): paling unggul
Utara (uttara): mata angin yang arahnya sebelah kiri terbitnya matahari

Vihara (vihāra): rumah ibadah kaum Buddhis

Wahana (vāhana): medium, kendaraan
Walimana (vimāna): burung mitis
Wan (-vant): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku pria
Wati (-vatī): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku wanita
Wana: hutan
Wanara (vaṇara): kera
Wangsa (vaṃśa): dinasti
Wanita : perempuan (terhormat)
Warga : kaum
Warna (varṇa): kelir
Warsa (varṣa): tahun
Warta (vṛtta): berita
Wartawan : jurnalis
Weda : kitab suci
Widya : pengetahuan, ilmu atau pembelajaran
Wiracarita : epos
Wiwaha (vivāha): pernikahan besar
Wiyaga : burung

Yajurweda (yajurveda): salah satu dari kitab Catur Weda
Yantra (yantra): alat. Lihat pula jentera
Yayasan (berdasarkan yaśa): lembaga. Lihat pula jasa.
Yoga (yoga): bentuk tapa-samadi
Yogi (yogin): seseorang yang beryoga
Yoni (yoni): rahim, vagina, alas lingga
Yogya (yogya): sesuai tatakrama
Yojana (yojana): ukuran, jarak kurang lebih 15 kilometer
Yuda (yuddha): perang

3 comments:

  1. thanks ummi, atas kosa katanya, alangkah baiknya yah kalo pake readmore, jadi lambat soalnya bukanya kalo pake modem usb, berattt :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kash masukannya, awalnya menggunakan read more, tapi karena ada katagori yg cukup banyak maka saya dan ada masukana teman sedikit tidak nyaman. Terima kasih masukaannya dan menjadi pemikran untuk lebih baik lagi.

      Delete